Rabu, 20 Mei 2015

ELSA HARIANI FIRNIAWATY BAB I


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Paud Pondok Belajar merupakan lembaga pendidikan pengajaran umum dan Islam untuk anak-anak usia 4-6 tahun, yang dijadikan santri agar mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya. Paud Pondok Belajar mempunyai Taman Pendidikan Al-Quran sejak tahun 2009. Pendidikan al-Qur’an sejak dini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang mempunyai dasar mental yang kuat. Sebab kualitas dari generasi mendatang merupakan tanggung jawab kita sebagai seorang pengajar. Dalam masalah belajar dan mengajar Al-Qur’an diperlukan pengelolaan dan manajemen yang serius dan proposional, baik dari segi pemilihan strategi dan metode yang profesional dengan mempertimbangkan kelemahan dan kelebihannya sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh anak. Dengan pendidikan Al-Qur’an juga memberikan landasan untuk mengerjakan ibadah dan ajaran Islam, serta mempertebal rasa keimanan seorang muslim. Dalam Al Qur’an surat Al-Qiyamah ayat 16-18, disebutkan :

Ÿw õ8ÌhptéB ¾ÏmÎ/ y7tR$|¡Ï9 Ÿ@yf÷ètGÏ9 ÿ¾ÏmÎ/ ÇÊÏÈ   ¨bÎ) $uZøŠn=tã ¼çmyè÷Hsd ¼çmtR#uäöè%ur ÇÊÐÈ   #sŒÎ*sù çm»tRù&ts% ôìÎ7¨?$$sù ¼çmtR#uäöè% ÇÊÑÈ  
Artinya :
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an kamu hendak cepat-cepat (menguasainya). Sesungguhnya atas tanggungan kamulah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuat pandai) membacanya. Apabila kamu telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya.” {Q.S : Al-Qiyamah ayat 16-18}1 DEPAG, Al-Qur’an dan Terjemahannya Yayasan Penerjemah, Jakarta, 1989.
Sementara itu apabila kita memperhatikan kehidupan di tengah-tengah kita, masih banyak diantara generasi muda Islam yang belum mampu membaca Al-Qur’an secara baik, apalagi memahaminya. Untuk menanggulangi masalah ini, sudah banyak jalan yang ditempuh seperti pendidikan Al-Qur’an di musholla, masjid maupun di rumah. Akan tetapi hasilnya belum memuaskan karena pengelolaannya masih belum terkoordinir secara baik. Maka dari itu didirikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) yang merupakan lembaga pendidikan yang mengkhususkan pada materi pendidikan membaca Al Qur’an dan menguasai bacaan tajwid dengan tepat, lancar dan benar, begitu juga di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang. Pembelajaran Al-Quran di Paud Pondok Belajar dilaksanakan pada pulang sekolah sekitar pukul 10.00-11.00 wiba.
Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasulnya Muhammad SAW sebagai petunjuk dan pegangan hidup serta sebagai pedoman hidup bagi umat Islam dalam menjalani hidup mereka di dunia dan tentunya untuk mecapai kebahagiaan di kehidupan yang lain di akhirat kelak. Pertama kali Allah menurunkan surat Al-Alaq yang menyerukan kepada manusia untuk selalu membaca. Membaca merupakan cara yang paling efektif untuk bisa meningkatkan pengetahuan dan pengalaman. Objek yang dibaca bisa berupa apa saja baik objek alam (kaun), maupun tulisan. Semua objek tersebut akan memanifestasikan kebesaran Allah SWT.

ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ   t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ   ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ   Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ   zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ  

1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Keterangan: [1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.

Perintah membaca ini sesuai dengan fitrah manusia yang selalu ingin tahu. Keinginan manusia itu akan selalu berkembang sesuai dengan perkembangan usia serta strata sosial yang mempengaruhinya. Pada usia anak-anak sudah barang tentu tidak akan sama, keingintahuan mereka dalam usia remaja juga dewasa, begitu juga dalam hal pemenuhan kebutuhan psikis (Pendidikan). Di masyarakat pemenuhan kebutuhan pendidikan yang tidak sama, masyarakat yang lebih maju tentu akan banyak tuntutan kebutuhan bila dibandingkan dengan masyarakat yang masih dalam taraf kehidupan sederhana, sehingga dalam masalah pendidikan itu sendiri merupakan masalah yang sangat kompleks dan membutuhkan pemikiran yang sangat mendalam. Namun demikian karena pada hakekatnya pendidikan itu hanyalah merupakan ikhtiar manusia saja dalam mengarahkan dan mengembangkan aspek-aspek kepribadian manusia kepada arah yang lebih baik.
Sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya, maka bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, hal ini dapat kita lihat pada tujuan atau fungsi pendidikan Nasional yang tertuang dalam Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 bahwa: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

B. Rumusan Masalah
Dilihat dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.            Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang?
2.            Bagaimana prestasi pembelajaran Jarlistung di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang?
3.            Apakah terdapat pengaruh antara hasil pembelajaran Al-Quran terhadap prestasi belajar Jarlistung di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang?




C. Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
  2. Untuk mengetahui prestasi pembelajaran Al-Qur’an di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
  3. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hasil pembelajaran Al-Quran dalam menigkatkan prestasi pembelajaran Jarlistung di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.

D. Manfaat dan Kegunaan Penelitian
a.  Secara Teoritis
Menambah khasanah keilmuan dalam hal meningkatkan prestasi belajar Al- Qur’an dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
b.  Secara Praktis
-         Bagi penulis untuk memperoleh data guna memenuhi kewajiban akhir dalam penulisan skripsi guna memperoleh gelar kesarjanaan di Universitas Muhamadiyah Pontianak.
-         Sebagai bahan masukan bagi lembaga pendidikan khususnya Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
-         Untuk menambah pengetahuan dan cakrawala berfikir bagi penulis sendiri dan pembaca, khususnya mahasiswa Muhamadiyah Pontianak dalam rangka pengembangan anak Paud di lingkungan sekolah.

E. Batasan Penelitian
Agar dalam pembahasan nantinya lebih terfokus pada topik penelitian, maka perlu adanya pembatasan masalah. Adapun masalah yang diteliti dibatasi pada hasil pembelajaran Al-Qur’an anak didik yang telah belajar di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.



F. Metode Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Peneliti memilih lokasi penelitian di Paud Pondok Belajar yang terletak di Kelurahan Bukit Batu Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang. Pemilihan lokasi ini tidak terlepas dari pertimbangan-pertimbangan peneliti, yakni:
a.             Terdapat Taman Pendidikan Al Qur’an di Paud Pondok Belajar tersebut, dan sebagian besar anak didik juga belajar di TPQ tersebut.
b.            Letaknya sangat dekat dengan tempat tinggal peneliti sehingga memungkinkan untuk melakukan penelitian mendalam dan seksama.

2. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Dalam penelitian skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif karena penelitian ini merupakan suatu bentuk penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif. Dikatakan deskriptif kuantitatif karena penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan hasil pengolahan data yang berupa angka. Penelitian kuantitatif dituntut untuk menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan hasilnya. Demikian juga pemahaman akan kesimpulan penelitian lebih akan lebih baik apabila juga disertai tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lain.
Ditinjau dari permasalahan yang diteliti, yaitu pengaruh hasil pembelajaran Al-Qur’an Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Jarlistung, serta tujuan yang ingin dicapai adalah menjelaskan hubungan beberapa variable yang sudah ditetapkan. (Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta, 2002, halaman 11). Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian penjelasan (explanatory). Menurut Arikunto (1996:26) penelitian explanatory adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan adanya hubungan tiap variable dan untuk menguji hipotesis yang telah diuji sebelumnya. Alasan menggunakan penelitian penjelasan ini adalah untuk mendapatkan hasil diharapkan.
Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yang mengambil sample dari suatu populasi secara langsung sebagai pengumpulan data yang pokok yaitu siswa TPQ yang telah belajar di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
3. Data dan Sumber Data
a. Jenis Data
Karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hasil pembelajaran Al-Quran dalam peningkatan prestasi belajar Jarlistung di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang, maka data yang diperlukan antara lain:
Data tentang situasi daerah penelitian yang meliputi:
o       Letak geografis Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
o       Sejarah berdirinya Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
o       Struktur organisasi.
o       Keadaan Guru Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
o       Keadaan siswa Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
o       Gambar denah Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
Data tentang pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang yang meliputi:
·        Sistem pelaksanaan pendidikan dan pengajaran Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang.
·        Prestasi belajar siswa.
·        Sarana dan prasarana pendidikan.

b. Sumber Data
Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Pada dasarnya sumber data dalam penelitian ini penulis peroleh dari pengelola sekolah, dewan guru serta dokumentasi Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang dan sebagainya, baik yang berkenaan dengan prestasi belajar siswa maupun data-data lain yang penulis perlukan.




4. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Pengertian populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Menurut Winarto Surahmat, populasi adalah kelompok subyek baik yang berbentuk manusia, gejala-gejala, nilai tes, benda-benda atau sesuatu peristiwa. Jadi populasi bersifat umum dan meliputi berbagai keadaan. Dalam penelitian kali ini populasinya adalah semua siswa Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang yang telah mengikuti dan yang tidak mengikuti pendidikan dan pengajaran di TPQ sebanyak 40 siswa.

b. Sampel
Sedangkan yang dimaksud dengan sampel adalah bagian dari keseluruhan obyek penelitian (populasi) yang dipandang sebagai wakil dari populasi. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil obyek yang diteliti sehingga peneliti dapat dengan mudah mengorganisasikan agar dapat diperoleh hasil yang obyektif. (Winarto Surahmat. Dasar Dan Teknik Pengantar Metode Ilmiah,Tarsito,Bandung,1978,Hal.84). Sedangkan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian murid Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang yang telah mengikuti dan tidak mengikuti pendidikan dan pengajaran di TPQ akan diambil oleh penulis sebanyak 55% dari jumlah keseluruhan sebanyak 40 siswa.

5. Instrumen Penelitian
Guna memperoleh data yang diperlukan maka perlu adanya alat-alat pengumpul data atau instrumen, sebab instrumen sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Instrumen yang baik akan menghasilkan data-data yang baik dan sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu data harus cocok dan mampu bagi pemecahan masalah. Dalam hal ini Winarno Surachmad menyatakan bahwa: “Setiap alat pengukur yang baik akan memiliki sifat-sifat tertentu yang sama untuk setiap jenis tujuan dan situasi penyelidikan.
Semua sedikitnya memiliki dua sifat, reliabilitas dan validitas pengukuran. Tidak adanya suatu dari sifat ini menjadikan alat itu tidak dapat memenuhi kriteria sebagai alat yang baik”. Sifat-sifat yang lain yang harus dipenuhi adalah obyektifitas dan adanya petunjuk penggunaan. Adapun instrumen yang dibuat penulis guna menjaring data adalah angket untuk siswa. Jenis angket yang dipilih adalah Skala Likert, dimana menurut Kinner dalam Umar (1994 :64) pengukuran adalah sebagai upaya bilangan terhadap karakteristik obyek dan peristiwa yang sesuai dengan kaidah.
Dalam hal ini semua pertanyaan dalam kuisioner di beri nilai 1 sampai 5, yaitu:
a.       Sangat Setuju Nilai : 5
b.      Setuju Nilai : 4
c.       Netral/tidak pasti Nilai : 3
d.      Tidak Setuju Nilai : 2
e.       Sangat tidak Setuju Nilai : 1

6. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini, penyusun berusaha mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan pembahasan masalah skripsi ini baik berupa fakta-fakta, pendapat maupun catatan arsip. Dengan metode pengumpulan data ini diharapkan akan dapat diperoleh data yang diperlukan dengan tujuan penulisan. Pengumpulan data tersebut penyusun menggunakan beberapa metode sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Metode Observasi adalah metode yang dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap subjek yang diteliti sebagaimana yang telah dikatakan oleh Sutrisno Hadi: “Metode observasi bisa dikatakan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematika fenomena-fenomena yang diselidiki, dalam arti yang luas, observasi tidak hanya terbatas pada pengamatan yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung”. (Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Yogjakarta,UGM, 1975. Hal 136).
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis terhadap subjek yang diteliti, dalam hal ini penulis menggunakan observasi, adalah dengan cara penulis secara langsung mendatangi Paud Pondok Belajar Bukit Batu Singkawang, serta memperhatikan jalannya proses pembelajaran al-Qur’an.

b. Metode Interview
Metode interview adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan keterangan dari responden melalui interview ataupun wawancara secara langsung. Dalam hal ini Moh. Nasir menegaskan bahwa: “wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview quide (panduan wawancara). Dalam menggunakan metode interview ini peneliti melakukan komunikasi langsung atau wawancara dengan responden sebagai pihak yang memberikan keterangan yang penulis perlukan untuk melengkapi data yang dibutuhkan.
c. Metode Dokumentasi
Metode ini merupakan metode pengumpulan data dalam mengadakan penelitian ini bersumber pada tulisan. Artinya pengumpulan data diperoleh dari sumber-sumber yang berupa catatan tertentu, atau sebagai bukti tertulis yang tidak dapat berubah kebenarannya. (Moh.Nasir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1998, Hal: 234). Dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti, buku, majalah, dokumen peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, raport siswa dan sebagainya. Dalam metode ini penulis mempergunakan dokumen untuk mencari data yang berhubungan dengan kondisi subjek yaitu: keadaan jumlah anak didik atau santri, keadaan jumlah guru dan jabatannya serta prestasi belajar siswa.
d. Angket
Menurut Suharsimi Arikunto, angket merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau tentang hal-hal yang diketahui. Jadi metode ini berupa daftar pertanyaan tertulis yang disusun dan disebarkan untuk mendapatkan informasi dari beberapa responden yang diteliti, angket yang dipergunakan bersifat tertutup, karena telah disediakan sebelumnya dengan berbagai alternatif jawaban. Hal ini untuk memudahkan responden mengisi secara obyektif dan mudah untuk ditabulasikan.
Metode ini penulis pergunakan untuk memperoleh data guna diproses untuk membuktikan hipotesa yang diajukan,. Angket yang 12 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta, 1992, Hal: 131 13 Suharsimi Arikunto, OP.Cit,hal 140 diajukan pada responden disusun berdasarkan indikator-indikator yang ada dalam masing-masing variabel.
7. Analisis Data
a. Uji Validitas
Validitas didefinisikan sebagai sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suliyanto (2005: 40).14 Suatu alat ukur yang valid, mempunyai validitas yang tinggi. Sebuah alat ukur dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Tinggi rendahnya validitas alat ukur menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Di dalam penelitian ini, kuesioner penelitian terbentuk dari 2 konsep yang terdiri dari produk dan harga. Korelasi Product Moment dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
xy r = ( )( ) [( Σ (Σ ) ( Σ (Σ ) ))] Σ Σ Σ − − − 2 2. . 2 2
N X X N Y Y N XY X Y
Dimana:
xy r = koefisien product moment (korelasi antara X dan Y)
N = jumlah subyek
(Suliyanto, Analisis Data Dalam Pemasara, Ghalia Indonesia, Bogor, 2005, Hal 40)
X = jumlah skor item
Y = jumlah skor total
XY = jumlah perkalian antara skor item dengan skor total 2
X = jumlah kuadrat skor item 2
Y = jumlah kuadrat skor total
Perhitungan validitas alat ukur dalam penelitian ini dilakukan menggunakan komputer dengan program Statistical Program for Social Science (SSPS) for Windows Versi 11.00 sebagai program analisa kesahihan butir. Parameter yang digunakan adalah dengan membandingkan hasil korelasi atau perhitungan dengan pertabel atau menggunakan probabilitas.
Pengambilan keputusan pada saat menguji kevalidan instrument adalah jika perhitung > pertabel maka instrument dikatakan valid atau jika probabilitas (sig) <  ,05 maka instrumen dapat dikatakan valid.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Jika hasil pengukuran yang dilakukan berulang menghasilkan hal yang relatif sama, (Suliyanto, Analisis Data Dalam Pemasara, Ghalia Indonesia, Bogor, 2005, Hal 54), pengukuran tersebut dianggap memiliki tingkat reliabilitas yang baik. Suliyanto (2005: 42).

Rabu, 29 April 2015

Sebuah Budayakah Kawin di Bawah Umur dan Perceraian ?


Kawin di Bawah Umur dan Perceraian Sebuah Budayakah?


Aku adalah seorang pengelana, kudaku impor dari Jepang. Dari kota ke kabupaten, lalu ke kota kecamatan, semuanya aku lewati. Masuk dusun keluar dusun, masuk desa keluar desa, masuk gang keluar gang, masuk lobang keluar lobang yang masih belum aku lakukan.
Aku tak pandai untuk berdalil-dalil, yang kutahu hanya menuliskan kata-kata. Banyak kejadian dimasyarakat kita, baik masyarakat kalangan bawah hingga masyarakat kalangan atas. Ketika malam hari, anak gadis di kampung-kampung bergadang di bawah pohon jambu atau dibalik batang pisang atau di jalan menuju sawah. Dan akhirnya kecelakaan mereka bilang.
Jika di kota-kota, mereka mojok di gang-gang, di kafe-kafe, diskotik atau di karaoke, dan bahkan di hotel-hotel. Dan akhirnya mereka main sepak bola, “GOOOLLL”. Di televisi banyak pemberitaan yang menyorot kawin di bawah umur dan perceraian. Perceraian dikalangan para artis sangat banyak sekali, semua itu bagaikan virus yang terus merebak (menular) ke mana-mana. Di kampung-kampung, atau di kota-kota juga sama, kasus perceraian banyak sekali. Seolah-olah mereka menganggap perkawinan sebuah permaian. Incak-an kawin dalam bahasa Sambas, sewaktu masih kecil dengan membuat pondok dari daun pisang di belakang rumah.
Secara bahasa (etimologi), nikah mempunyai arti mengumpulkan, menggabungkan, menjodohkan, atau bersenggama (wath’i). Dalam istilah bahasa Indonesia, nikah sering disebut dengan “kawin”.
Perkawinan atau pernikahan adalah: “Ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita dalam suatu rumah tangga berdasrkan kepada tuntunan agama”. Ada juga yang mengartikan: “Suatu perjanjian atau aqad (ijab dan qabul) antara seorang laki-laki dan perempuan untuk menghalalkan hubungan badaniyah sebagaimana suami istri yang sah yang mengandung syarat-syarat dan rukun-rukun yang ditentukan oleh syariat Islam”.
Sedangkan perceraian atau talak adalah: “Melepaskan tali perkawinan dan mengakhiri hubungan suami istri”. Abu Zakaria Al-Ansari dalam kitabnya “Fath Al-Wahhab” menyatakan bahwa talak atau perceraian adalah: “Melepas tali aqad nikah dengan talak dan semacamnya”
Para artis menjadi panutan bagi pendukungnya, mereka sangat mengidolakan seleb-selebnya (artis-artis)nya. Hingga mereka lupa pada suritauladan atau panutan yang terbaik di dunia ini, yaitu “Rasulullah SAW” dan “SITI AISYAH ra”.
Kini, banyak sekali para remaja yang kawin muda, atau kawin di bawah umur. Para aparatur desa tidak berani untuk membuatkan mereka Surat Nikah Resmi dari Negara (KUA). Karena mereka belum cukup usia, masih bau kencur, tapi sudah nyeb-bur. Begitu juga dengan kasus perceraian, dan bahkan yang mau cerai itu semua sudah lanjut usia, sudah punya anak, punya cucu, atau cicit. Entah apa problema rumah tangga mereka, kita semua tidak tahu apa yang mereka rasakan atau mereka alami. Hinggakan pihak PA (Pengadilan Agama) menjadi kesulitan untuk memutuskan perkara mereka.
Dilakukanlah mediasi, di ruang mediasi agar mereka tidak cerai atau pisah, teman-teman, keluarga, sanak saudara, mendo’akan agar mereka tetap bersama. Akan tetapi keputusan mereka sudah bulat, yaitu “CERAI”.
Yang KAWIN DI BAWAH UMUR, sedangkan yang CERAI lebih UMUR. Akhirkata, “KAWIN DI BAWAH UMUR DAN PERCERAIAN, SEBUAH BUDAYAKAH?”

Otak Bubur Pedas Mencundangi Para Otak Keju


Otak Bubur Pedas Mencundangi Para Otak Keju


Dalam kesehariannya menu yang dimakan hanya nasi putih, cencalok (paddak), ikan asin, atau bubur pedas sambal belacan (terasi). Mandi pun kadang-kadang satu sumur dengan bebek, atau air sungai yang berwarna susu, atau berwarna coklat. Ia pergi ke sekolah hanya dengan sepeda butut milik bapaknya. Dengan keadaan jalan yang sangat memprihatinkan. Namun ia tetap pergi ke sekolah dengan pakaian lusuh yang sangat sederhana serta sepatu tua. 
Sedangkan nun jauh di sana, makanannya keju, strobery, coklat, ayam panggang atau ayam penyek, dan banyak lagi yang enak-enak. Mandinya saja di kolam renang hotel, atau kolam renang pribadi. Ke sekolah diantar jemput, pakai motor atau mobil, jalannya mulus dan licin.
Berdasarkan program pemerintah Dinas Pendidikan Pusat mengadakan lomba OSN (Olimpiade Sains Nasional) tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan tingkat pusat. Sebut saja namanya si Edi Kurniadi si otak bubur pedas yang sekolah di pelosok Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas, yaitu di SMP Negeri 3 Tebas, ikut bertanding di ajang lomba tersebut.
Edi Kurniadi berhasil mengalahkan lawan-lawannya yang berasal dari kota, baik dari kota kecamatan ataupun dari kota kabupaten. Tidak luput pula lawannya yang berasal dari tempat (pelosok) yang sama. Mereka semua kalah melawan si Edi Otak Bubur Pedas. Dengan izin dan ridho dari Allah Subhanahu Wataala maka Edi Kurniadi mewakili Kalimantan Barat untuk bertanding diajang OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang Matematika tingkat Nasional yang diselenggarakan 2 hari di Pontianak.
Sebagai wakil Kalbar, Edi Kurniadi berhasil mengalahkan otak-otak keju dan strobery yang berasal dari berbagai kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jadi kini SMP Negeri 3 Tebas Kabupaten Sambas tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pemerintah, baik pemerintah yang berkedudukan di kecamatan, kabupaten, provinsi, atau pusat.
Dalam pertandingan di ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang Matematika tingkat Nasional yang diselenggarakan 2 hari di Pontianak, Edi Kurniadi mendapatkan juara 35 dari 99 peserta dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Jadi Edi Kurniadi mengalahkan 64 orang otak keju dan strobery dari berbagai kota di Indonesia.  


Selasa, 28 April 2015

Imbas Halilintar Menjadikan Si Edi yang Jenius


Imbas Halilintar Menjadikan Si Edi yang Jenius



Namanya Edi Kurniadi yang lahir pada tanggal 12 September 1997 anak dari Bapak Idang (Sempadung) dan Ibu Fatumah (Sungai Baru), dan mempunyai dua saudara Eka dan Bambang.
Edi Kurniadi sekarang bersekolah di SMP Negeri 3 Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas,  Provinsi Kalimantan Barat Indonesia. Sekarang ia baru saja selesai Ujian Nasional.
Pada tahun 2009, saat Edi Kurniadi sekolah di MIS Al-Hikmah Sidang Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat Indonesia, pernah mengikuti lomba OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang Matematika tingkat Kabupaten. Saat itu Edi Kurniadi duduk di bangku kelas 6. prestasi yang Edi Kurniadi raih sangat memuaskan, ia mendapatkan juara I (satu) tingkat Kabupaten.
Pada tahun 2010, Edi Kurniadi masuk SMP N 3 Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat Indonesia. Pada tahun 2011 Edi Kurniadi mewakili Kabupaten Sambas dalam lomba OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang Matematika tingkat provinsi di Pontianak. Alhamdulilah dengan belajar yang giat dan do’a serta tempaan dari guru-guru SMP N 3 Tebas serta binaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, maka Edi Kurniadi mendapatkan juara I (satu) tingkat provinsi.
Pada tahun 2012, Edi Kurniadi sebagai wakil Kalbar kembali adu tanding dalam lomba OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang Matematika tingkat pusat di Pontianak, yang diadakan selama dua hari. Yang membina langsung si Edi Kurniadi ini adalah guru dari SMP Negeri 3 Tebas yaitu ibu Jamilah, S.Pd. Namun kali ini nasib tidak memihak kepada Edi Kurniadi, ia gagal untuk mengalahkan otak-otak keju dari berbagai kota. Ia hanya mendapatkan juara 35 dari 99 peserta, yang diikuti oleh 33 provinsi.
Dibalik kesuksesan si Edi Kurniadi sebagai juara I tingkat provinsi dan menjadi wakil Provinsi Kalimantan Barat, ternyata ada penyebab yang menelatar belakanginya. Menurut cerita dari beberapa penduduk di mana ia (Edi Kurniadi) berdomisili dan dari beberapa teman sepermainannya atau teman sekolahnya, bahwa kisah si Edi Kurniadi hampir mirip dengan kisah si Ponari.
Ceritanya bermula, ketika Edi Kurniadi memberi itiknya makan di belakang rumah jam 2 sore. Sedangkan keadaan cuaca waktu itu agak mendung, mungkin akan turun hujan. Namun dengan tiba-tiba bunyi lentar (kilat menyambar dengan suara gemuruh) yang teramat nyaring. Orang kampung menyebutnya lentar karring (dalam bahasa Sambas) bunyi guruh yang tidak ada hujan. Edi Kurniadi terkejut dan pingsan.
Setelah itu, Edi Kurniadi di bawa ke warung depan rumah Gal Awa oleh orang tuanya. Kemudian oleh Gal Awa Edi Kurniadi ditimbus (disiram) dengan air tawar. Setelah disiram, Edi Kurniadi pun sadar. Setelah kejadian itu Edi kurniadi menjadi trauma berat, ia takut sekali pada kilat, guntur, atau hujan. Edi Kurniadi merasakan trauma berat selama 6 bulan, dan pada telinganya selalu saja berdengung-dengung.
Kejadian itu dialami oleh Edi Kurniadi ketika usia 6 tahun. Edi Kurniadi masih takut dengan lentar (guruh) hingga kelas 3 MI (Madrasyah Ibtidyah) Al-Hikmah Sidang Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat Indonesia. Apabila ada bunyi guruh di angkasa, maka Edi Kurniadi akan ketakutan dan menangis ingin pulang bila lagi bermain atau pada saat ia sekolah.
Namun setelah kejadian itu, sejak ia masuk MI kelas 1 sampai kelas 6 hingga dia SMP sekarang ini, prestasinya selalu meningkat. Ia mengerjakan soal-soal Matematika atau yang lainnya sangat begitu mudah. Menurut Edi Kurniadi, ia tidak juga belajar di rumahnya, ia suka sekali main game. Begitulah “imbas halilintar menjadikan si Edi yang jenius”.



Pohon Sawo Berusia 120 Tahun: Siap Menjadi Aset Kalbar Menuju Rekor Dunia


Pohon Sawo Berusia 120 Tahun: Siap Menjadi Aset Kalbar Menuju Rekor Dunia (World Record)



Sawo yang disebut neesbery atau sapodilas adalah tanaman buah berupa yang berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Mexsiko dan Hindia Barat. Namun di Indonesia, tanaman Sawo telah lama dikenal dan banyak ditanam mulai dari dataran rendah sampai tempat yang lebih tinggi, dengan ketinggian 1200-1300 meter dari permukaan laut, seperti di Jawa dan Madura, atau Kalimantan.
Di Kota Singkawang Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Tengah, tumbuhlah dengan kokoh sebatang pohon sawo di pinggir jalan raya Setapuk Besar 2,5 kg dari jalan sutra. Tinggi pohon sawo tersebut 15 meter dengan diameter 2,68 meter. Pohon sawo tersebut tumbuh dengan subur disebuah mattang pasir, (mattang adalah dataran tinggi atau tanah yang tinggi dari yang lainnya). Daun-daunya hijau, dahan-dahannya rindang, batangnya kokoh menjulang langit seakan-akan menggapai awan.  Dahan-dahannya yang banyak, akan menghasilkan bunga dan buah yang banyak pula.
Menurut para pembeli, yaitu cangkau (pengepul buah) orang Cina mengatakan sawo ini yang terbaik di Kota Singkawang. Rasanya sangat manis, dengan daging yang kecoklatan, warna kulit buah mulus dan bersih serta buahnya besar-besar, sebesar telur angsa. Untuk satu kilo buah sawo tersebut hanya 4-8 buah, dan hasil buah dari pohon sawo tersebut pernah sebanyak 1,5 ton.    
Bibit sawo ini berasal dari Negara Thailand (Bangkok) yang ditanam oleh Pak H. Dolah pada tahun 1893.  Sekarang, pohon sawo itu berusia 120 tahun tumbuh tinggi menjulang ke angkasa. Pohon sawo ini pusaka 3 generasi yaitu Pak Usman, Pak Munjir, Pak Makmur. Pak Usman dan Pak Munjir sudah meninggal dunia, sedangkan Pak Makmur masih hidup, salah satu ahli waris.
Sekarang, sawo itu tidak lagi menjadi pemilik tungggal, akan tetapi sudah diwakafkan, sebagai aset amal ibadah bagi ahli waris. Kepada pihak keluarga boleh saja mengambil buah sawo tersebut. Ruang lingkup kerindangan dahan melingkupi 3 buah rumah di sampingnya, dan jalan rayapun menjadi redup.
Pada tahun 1988 pohon sawo itu pernah diukur dengan diameter 2,60 meter, sekarang tahun 2013 dengan diameter 2,68 meter. Jadi setiap tahunnya pertumbuhan pohon sawo itu 0,32 cm, dengan perhitungan 2,68 m – 2,60 m = 8 m, selama 25 tahun, 2013 – 1988 = 25 tahun, 25 : 8 = 0,32 cm.        
Mungkin, pohon sawo ini adalah salah satunya pohon sawo yang masih hidup di Kalimantan Barat khususnya, dan di Indonesia pada umumnya, serta tidak menutup kemungkinan di dunia. Pohon sawo ini adalah salah satu tanaman holtikultura sebagai aset kota Singkawang yang harus dilestarikan dan dikembangkan.
Sedangkan anak dari pohon sawo ini yang ditanam oleh ahli waris sebanyak 3 batang pun sudah berusia 100 tahun lebih. Ketiga anak pohon tersebut ditanam di depan, di samping kiri dan kanan pohon induk. Pohon sawo berusia 120 tahun ini siap menjadi aset Kalbar menuju Rekor Dunia (World Record).

Rabu, 15 April 2015

Contoh Program Kegiatan Pramuka Penggalang Tingkat Gugus


Contoh Program Kegiatan Pramuka Penggalang untuk Tingkat Gugus

Di bawah ini merupakan contoh dari Program Kegiatan Pramuka Penggalang untuk Tingkat Gugus yang terdiri dari lima atau tujuh sekolah satu gugusnya. Program ini merupakan contoh yang diberikan oleh Kak Sugianto yang membina di SD Negeri 12 Buluh Enggadang. Ia dengan dibantu oleh Kak Turnado melatih gugus depannya dan menjadi Pembina Gugus V secara bergilir. Di bawah ini adalah contoh dari program tersebut secara singkat.

GERAKAN PRAMUKA
SANGGAR LATIHAN MERPATI PUTIH/CEMPAKA
GUGUS V (LIMA) KECAMATAN TEBAS
PANGKALAN SDN 09 SUNGAI KELAMBU
Alamat: Jalan Raya Sungai Kelambu, Tebas, Kode Pos 79161

                                                                                                                          
                                                                                    Lampiran 1    :     Keputusan Ka Mabigus
                                                                                                               Gugus V (lima) Kecamatan Tebas 
                                                                                    Nomor          :     01/GP/GS V/SK/2014
                                                                                    Tanggal         :     20 September 2014

NO
HARI/TANGGAL
TEMPAT
MATERI KEGIATAN
WAKTU
PEMATERI
KET
1
Jum, 03 Okt 2014
SDN 08 SEKADIM
1. Pembukaan/ Perkenalan Pramuka
2. Try Satya/Dasa Darma (nyanyian)
3. Istirahat
4. Atribut (tepuk, salam pramuka)
5. Agama (doa, sholat, r.iman/islam)
6. PBB (lapangan)
14.00-14.30
14.30-15.00
15.00-15.15
15.15-16.00
16.00-16.30
16.30-17.00
1. Rospina - Gusniarti, S.Pd.Sd
2. Dalima,S.Pd.Sd - Gusniarti, S.Pd.Sd
3. Istirahat
4. Dalima,S.Pd.Sd - Nawaida, S.Pd.Sd
5. Ayuana - Epy Yanti
6. Semua Pembina
PUTRI
1. Pembukaan/ Perkenalan Pramuka
2. Try Satya/Dasa Darma (nyanyian)
3. Istirahat
4. Atribut (tepuk, salam pramuka)
5. Agama (doa, sholat, r.iman/islam)
6. PBB (lapangan)
14.00-14.30
14.30-15.00
15.00-15.15
15.15-16.00
16.00-16.30
16.30-17.00
1. Ms Turnado Job, S.Pd - Hajiman,S.Pd
2. Hanafi, S.Pd - Aspandi, S.Pd
3. Istirahat
4. Ms Turnado Job, S.Pd - Aspandi, S.Pd
5. Sugianto,S.Pd.I - Saptarudin, S.Pd
6. Semua Pembina
PUTRA

2
Jum, 10 Okt 2014
SDN 09 SEI KELAMBU
1. Pembukaan/ Perkenalan Pramuka
2. Try Satya/Dasa Darma (nyanyian)
3. Istirahat
4. Atribut (tepuk, salam pramuka)
5. Agama (doa, sholat, r.iman/islam)
6. PBB (lapangan)
14.00-14.30
14.30-15.00
15.00-15.15
15.15-16.00
16.00-16.30
16.30-17.00
1. Rospina - Gusniarti, S.Pd.Sd
2. Dalima,S.Pd.Sd - Gusniarti, S.Pd.Sd
3. Istirahat
4. Dalima,S.Pd.Sd - Nawaida, S.Pd.Sd
5. Ayuana - Epy Yanti
6. Semua Pembina
PUTRI
1. Pembukaan/ Perkenalan Pramuka
2. Try Satya/Dasa Darma (nyanyian)
3. Istirahat
4. Atribut (tepuk, salam pramuka)
5. Agama (doa, sholat, r.iman/islam)
6. PBB (lapangan)
14.00-14.30
14.30-15.00
15.00-15.15
15.15-16.00
16.00-16.30
16.30-17.00
1. Ms Turnado Job, S.Pd - Hajiman,S.Pd
2. Hanafi, S.Pd - Aspandi, S.Pd
3. Istirahat
4. Ms Turnado Job, S.Pd - Aspandi, S.Pd
5. Sugianto,S.Pd.I - Saptarudin, S.Pd
6. Semua Pembina
PUTRA
                                                                                                                             
                                                                                                  Sungai Kelambu, 20 September 2014
                                                                                                      Ka Mabigus GUGUS V (Lima)




                                                                                                           MULYADI, S.Pd.Sd
                                                                                                         NTA. ...........

Itulah contoh dari Program Kegiatan Pramuka Penggalang untuk Tingkat Gugus. Untuk kesempurnaannya program ini telah dipersingkat untuk menyesuaikan halaman blogger. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan contoh untuk menjadi gambaran kesempurnaannya. Karena program kepramukaan ini telah menjadi ektrakurikuler wajib di sore hari. Salam Pramuka.........................