Jumat, 28 November 2014

MAKALAH ISLAM DAN PENDIDIKAN BUDAYA ISLAM PADA ANAK USIA DINI: ELSA HARIANI F, S.Pd.Aud Jilid 1


Contoh Makalah ISLAM DAN PENDIDIKAN BUDAYA ISLAM PADA ANAK USIA DINI Jilid 1

 

ISLAM DAN PENDIDIKAN BUDAYA ISLAM

PADA ANAK USIA DINI

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanau Wata’ala, yang selalu memberikan hidayah dan inayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar, dengan judul “ISLAM DAN PENDIDIKAN BUDAYA ISLAM PADA ANAK USIA DINI”.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Dengan segala keterbatasan yang ada ini, penulis, sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dan inovatif dari berbagai pihak demi perbaikan dimasa yang akan datang. Atas segala saran dan bantuan dari berbagai pihak, penulis ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal sehingga kita selalu berada dalam keadaan yang diridhoi-Nya, Amin.
Penulis berharap makalah ini dapat  bermanfaat bagi penulis dan bagi siapa saja yang merasa dapat manfaatnya, khususnya para pendidik anak usia dini.
                                                                                     Pontianak,     November 2014

                                                                                                       Penulis

Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………………………. i
Daftar Isi ……………………………………………………………………. ii
A.     BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1
2.      Rumusan Masalah …………………………………………………… 2
3.      Tujuan Penulisan …………………………………………………… 2
4.      Manfaat Penulisan …………………………………………………… 2

B.     BAB II PEMBAHASAN
1.      Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini ………………………….. 4
2.      Apakah Yang Dimaksud Dengan Islam? …………………………6
3.      Pendidikan Budaya Islam …………………………………6
4.      Cara Penerapan Budaya Islam Kepada Anak Usia Dini …..7
5.      Pandangan Islam Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini …… 7

C.     BAB III PENUTUP
1.      Kesimpulan ………………………………. 8
2.      Saran ………………………. 8
DAFTAR PUSTAKA ………………………. 9

BAB 1
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Sebuah hadits Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam jika kita artikan bahwa seorang anak yang lahir ke dunia ini seperti kertas putih. Anak tersebut akan menjadi anak orang Majusi atau orang Yahudi, tergantung oleh pendidikan yang diperoleh dari kedua orang tuanya. Selain dari didikan kedua orang tuanya, peran lingkungan juga sangat mempengaruhi. Pendidikan bagi seorang anak itu dibagi tiga bagian, yaitu pendidikan informal, formal, dan non formal. Pendidikan untuk anak usia dini juga sangat penting dalam pembentukan karakter pada anak.
Menurut Agama Islam pendidikan anak dimulai sejak anak dalam kandungan ibunya. Contohnya seorang ibu disarankan banyak membaca ayat suci Al-Qur’an,  dan dinasehatkan banyak berbuat kebajikan. Pada waktu ibu mengandung dianjurkan bayi yang masih dalam kandungan di dengarkan lagu-lagu yang Islami, hal itu akan mempengaruhi karakter anak jika kelak ia dewasa nanti itu merupakan bukti,  bayi dalam kandungan terdidik dengan baik. Rasululloh SAW juga telah berpesan “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya karena kelak akan hidup pada zaman yang berbeda dengan dirimu“. Begitu juga dengan Umar bin Khattab "Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup di generasinya, bukan pada zaman di mana engkau dididik" (Umar Ibn Khotob).
Pada saat  lahir, oleh ayahnya dikumandangkan suara adzan suara ini adalah suara pertama  kali yang  dia dengar dan diharapkan kelak dia dewasa anak tergerak jika mendengar adzan dan melaksanakan sholat. Pada usia dini merupakan masa-masa Golden Age, pada masa golden age berumur 0-6 tahun pada masa ini otak anak berkembang 80%. Pada masa ini pula anak-anak mudah dibentuk oleh karena itu Anak perlu dibimbing dengan cara yang baik dan sesuai dengan usianya, agar nantinya dia menjadi anak yang unggul dalam agama maupun intelektualnya.  
Oleh Karena itu peran pendidik dan orang tua dalam mendidik anak sangat penting. Orang tua dan pendidik harus melihat potensi anak yang dimilikinya dan orang tua maupun pendidik harus membantu mengembangkan potensi yang dia miliki, dan jangan sampai orang tua memaksa kehendak pada anaknya.

B.     Rumusan Masalah
  1. Apakah hakikat pendidikan anak usia dini?
  2. Apakah yang dimaksud dengan Islam?
  3. Apakah pendidikan budaya Islam?
  4. Bagaimanakah cara penerapan budaya Islam kepada anak usia dini?
  5. Bagaimana pandangan Islam terhadap pendidikan anak usia dini?
C.     Tujuan Penulisan
1.      Menjelaskan pengertian  PAUD
2.      Mampu menjelaskan hakikat pendidikan anak usia dini dan Islam,  pendidikan budaya Islam, cara penerapan budaya Islam kepada anak usia dini, dan pandangan Islam tentang anak usia dini.

D.    Manfaat Penulisan
Dengan mempelajari materi pendidikan anak usia dini dan pandangan Islam tentang anak, kita jadi mengetahui banyak hal mengenai pendidikan anak usia dini dan pandangan Islam tentang anak, selain itu manfaat yang diperoleh yaitu kita dapat mengetahui perkembangan anak usia dini dan kita dapat memberikan stimulus-stimulus yang tepat pada anak usia dini.

Senin, 10 November 2014

MAKALAH KURIKULUM PAUD


MAKALAH KURIKULUM PAUD

KURIKULUM PAUD

       I.            PENDAHULUAN
Dengan terbitnya Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), keberadaan pendidikan usia dini diakui secara sah. Hal itu terkandung dalam bagian tujuh, pasal 28 ayat 1-6, di mana pendidikan anak usia dini diarahkan pada pendidikan pra-sekolah yaitu anak usia 0-6 tahun. Menurut  UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisidiknas menyatakan bahwa yang dimaksud pendidikan usia dini adalah:
“Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.
Sejak saat itulah, perkembangan pendidikan Anak Usia Dini tumbuh dengan pesat, baik secara kuantitas maupun kualitas pelayanan pendidikannya. Pendidikan usia dini tidak hanya terbatas pada Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai pendidikan prasekolah formal, tetapi mencakup kegiatan lainnya, seperi Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak, PAUD Sejenis dan lainnya. Kesadaran masyarakat untuk memberikan pendidikan di usia dini mulai meningkat walaupun belum mencapai apa yang diharapkan.
Hal itu dapat dilihat dari data yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan TK dan SD, yang mengungkapkan bahwa pada tahun 2007 Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD/TK  baru mencapai 26,68% dan sebagian besar pendidikan anak usia dini (PAUD) diselenggarakan oleh masyarakat (Swasta) yakni sekitar 98,7%. Hal itu menyiratkan bahwa terdapat masalah-masalah yang harus dikaji lebih jauh di antaranya masih lemahnya peran pemerintah dalam mengembangkan PAUD serta maih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan di usia dini.
Selain itu, “ekspektasi” masyarakat yang terlalu tinggi terhadap aspek kemampuan kognitif anak menyebabkan arah pengembangan pendidikan anak usia dini dewasa ini dianggap masih kurang tepat.  PAUD pada hakekatnya adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan seluruh potensi anak baik potensi kognitif, afektif maupun psikomotorik dengan cara-cara yang sesuai dengan masa perkembangannya, di antaranya belajar sambil bermain.
Oleh karena itu, upaya memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat tentang komponen-komponen pendidikan anak usia dini perlu dilakukan. Komponen PAUD antara lain meliputi prinsip-prinsip dasar PAUD, kurikulum, proses pembelajaran dan evaluasi. Kajian terhadap komponen-komponen PAUD perlu dilakukan untuk lebih memahami hakekat PAUD itu sendiri, sehingga bagi pendidik anak usia dini proses pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan kaidah-kaidah pendidikan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis menilai pembahasan terhadap kurikulum PAUD perlu dilakukan baik melalui kajian kepustakaan maupun pengalaman penulis dalam mengelola program PAUD. [1]

Senin, 03 November 2014

Skenario Drama Pentas Seni Bahasa ”Perilaku Menyimpang”


Skenario Drama Pentas Seni Bahasa ”Perilaku Menyimpang”
ustaz                   :         ” pemirsa, apa yang akan anda saksikan ini adalah sebuah drama fiktif dan rekayasa belaka, jika ada  tempat dan nama yang sama, baik yang masih hidup ataupun yang sudah tiada, itu hanya kebetulan belaka, drama ini kami beri judul ” durhaka ” semoga drama ini membawa manfaat kepada kita semua,,,”
” pemirsa.... mari kita saksikan bersama – sama,,,, ”

malaikat              :         “ suci…, apa yang telah engkau lakukan… ?”
                                    ” apa yang telah engkau perbuat, suci ... !?”
                                    ” lihatlah diri mu,,, ! terombang – ambing bagaikan kiambang,, ke hulu,,, ke hilir,,, mengikut arus air... “
                                    ” suci,,, mengapa kau durhaka kepada ibu mu... !?”
                                    ” ingat, suci,,,!” 
                                    ” surga di bawah telapak kaki ibu... ”
                                    ” ingat...suci...!”
” neraka.... neraka... neraka... ”
( suara bergema dengan lesapnya malaikat ) 

ustaz                   :         “ saudara ku,,, apa yang kalian lihat ini adalah ketentuan dari allah. apabila allah menghendaki segala sesuatu yang akan terjadi, cukuplah ia berkata   ” kun payakun, jadilah ,,,, maka terjadi ,,,”
                                    ” tahukah kalian.... tiada keramat yang paling ampuh di dunia, melainkan restu ibu,,,!? maka janganlah kalian durhaka kepada ibu mu, jangan sampai kita durhaka kepada kedua orang tua kita,,, karena sesungguhnya surga di bawah telapak kaki ibu,,, ”

                                    sebagaimana firman allah dalam q.s. al – isro’ : 23 & 24, yang berbunyi : ” auzu... bis... wa qodo robbuka al-la ta’buduu il-la iy-yahu wabil-walidayni ikhsan, imma yab-lurun-na ’indakal kibaro a-hadu humaa aw-kilahuma fala takul-lahuma ufiw wala tanhar huma waqul-lahuma qowlan kariman (٢٣ (  
wahfiz lahuma zanahaj-jul-li minar-rohmati waqul-    rob-bir hamhuma kama rob-bayani shoriro (٢٣  )

Jumat, 19 September 2014

Pramuka Penggalang Sdn 3 Singkawang Tengah


Pramuka Penggalang Sdn 3 Singkawang Tengah

Kegiatan pramuka di sdn 3 singkawang tengah dilaksanakan pada hari kamis sore, mari kita lihat kegiatannya di bawah ini:
 









Bagaimana, apakah disekolah anda juga ada kegiatan yang sama? Karena pada tahun 2013 ini pramuka diwajibkan.

Minggu, 24 Agustus 2014

7 Tahun Anak Sudah Ada Rangsangan Sek



7 Tahun Anak Sudah Ada Rangsangan Sek

Anak adalah titipan dari Allah Swt, setiap anak yang dilahirkan adalah suci, tergantung orang tuanyalah yang akan menjadikannya apakah Nasrani, Majusi ataupun Yahudi. Seorang anak ibarat kertas putih, maka peranan kitalah yang akan memberikan warna kepada anak tersebut. Jika kita menginginkan yang terbaik, maka warnailah anak kita dengan warna yang baik pula. Jika kita menginginkan anak kita menjadi jelek atau jahat, maka warnailah anak kita dengan warna yang jahat. Biasanya warna yang jahat disimbolkan dengan warha hitam. Akan tetapi orang tua mana sih yang menginginkan anaknya menjadi jahat? Semua orang tua pastinya menginginkan anaknya menjadi yang terbaik dan mungkin harus jadi presiden mengalahkan Jokowi atau SBY atau pula Sugianto.

Mengenai judul di atas anak di usia 7 tahun sudah merasakan rangsangan sek, anak pada usia tersebut ingin tahu banyak. Makanya Rasulullah Saw., menyuruh kita agar anak diusia 7 tahun harus diajari sholat, jika anak tidak sholat, boleh dipukul. Kemudian tidur anak dengan kita harus dipisahkan. Begitu juga anak kita jika ada yang
<p>Your browser does not support iframes.</p>
laki dan ada yang perempuan, jangan tidur satu kamar atau satu tempat tidur. Jika satu kamar, maka usahakan pisah tempat tidur, dan jangan satu kain. Itu semua dilakukan untuk menghindari perilaku pelecehan sek diantara anak.

Untuk membuktikan bahwa anak pada usia 7 tahun sudah merasakan rangsangan sek adalah ketika pagi hari, jika anak laki-laki maka “burung”nya akan tegang. Dan jika kita pegang burungnya maka burung tersebut akan hidup. Berarti dengan hidup burungnya itu, artinya ia menerima rangsangan sek, begitu juga dengan anak perempuan. Jika diberikan rangsangan maka anak tersebut akan berdiri bulu romanya. Makanya anak TK saat ini sudah tahu yang namanya gitu-gituan. Itu dari siapa? Maaf, yang pertama sekali adalah dari rumah (mungkin orang tua yang tidak hati-hati ketika intim atau bermesraan), lingkungan, televisi. Peran televisi ini yang sangat utama, karena film senetron anak SD saja sudah pacaran, punya pacar dan cinta.

Apalagi dengan perkataan orang dewasa saat ini, anak yang baru usia lima tahun saja sudah, diguraukan dengan pacar, “kamu sudah punya pacara, siapa pacarnya?” anak dengan polosnya jawab “andre, maman, atau apa saja, yang penting dia laki-laki”. Kemudian anak diusia ini juga sering bertanya jika melihat punya lawan jenisnya, dan ingin serba tahu. “mengapa burung papa atau maman seperti itu? Mengapa punya mama dan dena seperti ini? Mengapa punya papa atau mama besar, punya tami/andi kecil? Dan banyak lagi yang lainnya.

Makanya hati-hati dengan aurat kita ini, apalagi ia melihat kita (orangtuanya) ciuman, atau intim di kamar. Kadang-kadangkan kita tidak jeli dengan hal itu, pintu kamar dibarkan terbuka, apalagi suaranya yang seperti jangkrik, itukan membuat anak penasaran. Jika anda tidak percaya, boleh tanyakan pada anak-anak, atau diri anda sekalian. Hati-hatilah dengan perkembangan sekarang, apalagi dengan kurikulum 2013 ini, semua itu akan memperbodoh anak kita. K-13, harus dibubarkan, dan diganti dengan kurikulum yang baru. Dampaknya pada anak kita sangat buruk, begitu juga secara umumnya, anak kita akan tidak sopan, ilmunya berkurang, intinya akan bodo.

Jumat, 25 Juli 2014

Keluar Air Mani


 Keluar Air Mani

Dipagi yang sangat cerah ini, pada bulan Ramadhan hari yang ke 23. Aku bermimpi bahwa aku melihat seorang gadis kecil tidur di depan rumah tetangga. Dia tidur tidak sendirian, dia ditemani oleh saudara-saudaranya. Tiba-tiba ia terlentang dengan kaki ternganga lebar, hingga terbukalah surga dunianya.
Aku asik melihat surga dunia itu, dan ku coba tuk dekatinya, semakin dekat-semakin dan dekat. Akhirnya tanganku mencoba menyentuhnya. Kucoba memberanikan diri untuk memegangnya dengan nada jantung yang bergoncang kuat. Setelah kupegang, tiba-tiba keluar sesuatu dari zakarku. “creet”, sedikit, kemudian sedikit lagi, kemudian sedikit lagi, dan akhirnya “tumpah” lah air maniku.
Bencinya aku, dosa aku, tumpah lagi air maniku gara-gara “itu”. Kurang ajar aku, kurang asam aku, kurang apa aku. Sedih ada juga, kecewa ada juga yang menghantui aku. Dosaku semakin banyak, belum tau apa aku rasanya sorga dunia itu, air ku telah tumpah dahulu. Apa yang aku takutkan selain dosa dan rasa berrsalahku pada ALLAH-ku. Aku malu, mengapa begitu cepatnya aku keluar mani, aku takut aku sperma encer, cair, ejakulasi dini, entah apa lagi namanya.
Dosa sudah dosa, tapi belum dirasa sama sekali. Jika ini sampai hingga ke kawin, hancur aku. Akan di cerai istriku, akan ditinggal aku. Istriku akan selingkuh.
Ya Allah, maafkan aku Ya Rabb, ampunkan aku, aku yang telah zalim pada diriku sendiri. Aku yang telah bersalah kepada-Mu, maafkan aku Ya Tuhan. Maafkan hamba Allah atas dosa yang sengaja atau yang tidak sengaja hamba lakukan.
Habislah sudah pahala puasaku hari ini, habislah sudah harapan tuk aku mendapatkan pahala. Yang kudapatkan hanyalah lapar dan dahaga saja. Bodohnya aku tidak dapat mengalahkan diriku sendiri, bodohnya aku tidak dapat mengontrol diriku sendiri. Ya Allah bantu aku Ya Allah, Ya Alllah, aku minta isttri pada-Mu Ya Rabb.
Maafkan hamba Ya Allah,

Selasa, 18 Maret 2014

Milyader tolonglah bantu kami Menjual Lesung Dan Alu Pusaka Warisan Sambas


Milyader tolonglah bantu kami Menjual Lesung Dan Alu Pusaka Warisan Sambas


Anda mau mengkoleksi silakan hubungi kami, pusaka datok kami, ayo jika mau, infestasikan uang anda pemimpin rakyat ke nomor rekening kami di bawah ini:

Kini saya mengetuk hati Bapak/Ibu, Saudara (i) sekalian, tolong kirimkan uang seikhlas dan seadanya kepada saya dengan No Rekening 3478-01-027191-53-3 atas nama Sugianto, BRI Unit Singkawang Kota. Dan jika anda ingin melihat anggota berikutnyanya bisa mengakses di “Orang-orang teristimewa di mata TUHAN (ALLAH) di mana Insan berhati EMAS: Hasan DK”

Andaikan kita tahu, bahwa susungguhnya orang-orang cacat (disebilitas) itu mulia di hadapan Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Abasa: 1-16. manusia dipandang oleh Allah hanyalah iman dan taqwanya.

Ingat Bapak/Ibu, Saudara (i) sekalian, sekali lagi tolong kirimkan uang seikhlas dan seadanya ke No Rekening 3478-01-027191-53-3 atas nama Sugianto, BRI Unit Singkawang Kota.