Sabtu, 28 Februari 2015

Pantun Pramuka Yang Lucu


Pantun Pramuka Yang Lucu
Di bawah ini penulis sajikan pantun pramuka jenaka yang lucu. Lihat dan bacalah mudah-mudahan adik-adik penggalang suka akan pantun itu. Dalam rangka menghadapi pramuka di Cibubur nantinya yang setiaptahunnya diadakan oleh panitia penyelenggara nasional. Adik-adik penggalang atau adik-adik penegak, dalam pelaksanaan kegiatan ke pramukaan di gudepnya masing-masing, kadang-kadang sebelum pelatihan mengadakan tepuk-tepukkan. Yang mungkin apabila ada yang salah dalam hal tepukkan atau terlambat, maka akan dikenakan sanksi atau hukuman. Hukuman itu berupa menyanyi, menari, merayu, pantun, membaca puisi, dan lain sebagainya.

Dibawah ini penulis sajikan beberapabuah pantun jenaka yang lucu (mudah-mudahan) terkenang dan lucu, atau apalah, bagi adik-adik pramuka yang ada di Gugus Depannya. Karena adik-adik harus berani ketika disanksi oleh pembina atau panitia. Pantun pramuka yang lucu tersebut ialah sebagai berikut:
  1. ada gula ada semut, langkah kakimu macam semut.
  2. malam minggu bawa perabot, gerak jalanmu macam robot.
  3. cike-cike,
muke-muke,
cike-muke,
pi kali api-api,
pi kali api-api,
sa su wa, sa su wa, ha...
  1. anak itik dimakan itik,
anak ayam dimakan ayam,
anak jelatik dimakan jelatik,
kala malam jangan malam.
  1. ada orang bercerita
sungai sambas kenajiran
jika kamu pengen kaya
jangan lupa traktir kami semua
  1. jangan suka makan mentimun
mentimun itu banyak getahnya
siapa suruh duduk melamun
duduk melamun susahnya apa
  1. ikan sabung dibelah pakai golok, jangan bilang dia goblok.
  2. dari sabang sampai ke maraoke
dari kemaren hingga kepagi
si amat sukanya karaoke
tapi sayang suaranya merdu sekali
  1. ada gula ada semut, ada cowk ada cewek, kalau tidak ada gula-pasti tidak ada semut, jika tidak ada cowok-pasti tidak ada cewek
  2. jangan suka tidur molor, nanti kamu kehabisan kolor.

Nah, adik-adik pramuka, itulah sepuluh pantun jenaka pramuka yang sedikit agak lucu ataupun tidak nyambung. Tapi tidak apalah .... dari pada tidak ada sama sekali. Mudah-mudahan bermanfaat ya...

Kamis, 22 Januari 2015

Pantun Tentang Maulid Nabi


Pantun Tentang Maulid Nabi

Pantun Tentang Maulid Nabi. Pantun Tentang Maulid Nabi dibuat dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Salallahu Alaihiwasallam Tahun Gajah yang lalu. Beliau lahir pada tahun gajah, karena pada waktu itu tentara Abrahah dari Yaman datanag ke Mekkah untuk menghancurkan Kakbah. Akan tetapi usahanya itu sia-sia. Karena Allah Subhanahu Wata’ala yang menjaganya dengan mengutus pasukan burung Ababil yang membawa batu dari neraka menghancurkan pasukan tentara bergajah tersebut. Dan pasukan itu semuanya hancur bagaikan daun yang dimakan ulat. Mengenai pantun tentang maulid nabi ada di bawah ini, silakan di simak………………

Buah nanas buah lakum, diambil orang dengan getah, lagi memanjat ia pun jatuh,
Assalamualaikum, warahmatullah, hiwabarkatuhhhhh,

Bukan kentang sembarang kentang, kentang ditanam di tepi rumah,
Bukan datang sembarang datang, datang kemari hanya untuk tausiah,

Bukan beta bijak berperi, pandai mengubah syair dan puisi,
Maafkan jika saya berdiri disini, bukanlah untuk menggurui,

Dalam rangka memperingati maulid nabi, kita beramai-ramai datang kemari,
Semuanya ikhlas karena Ilahi, demi kecintaan kita pada nabi,

Pergi ke masjid dengan Pak Camat, pulangnya nanti dengan si Akhmad,
Jika kita ingin hidup selamat, ikutlah jejak Nabi Muhammad,

Hidup ini buat akhirat, perbanyaklah amal hidup di dunia,
Di dunia kita selamat, sudah mati akan masuk surga (amin),

Jika pedang lukai tubuh, pastikan ada harapan sembuh,
Jika lisan yang melukai hati, dimana obat hendak saya cari,

Jikalau ada jarum yang patah, jangan sisipkan di tepi kain,
Jika ada kata saya yang salah, jangan ceritakan pada orang lain,

Jika ada sumur diladang, bolehlah saya menumpang mandi,
Jika ada umur yang panjang, bolehkah saya kemari lagi,

Pak taufiq memakai kopiah, membawa lakum dan buah sauh,
Wabillahi taufik walhidayah, wasalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh,

Nah, kawan-kawan, para pemirsa, adik-adik yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah Subhanahu Wata’ala, itulah beberapa bait pantun yang dapat penulis sajikan kehadapan pemirsa, semoga pantun saya di sukai dan digunakan sebagaimana mestinya.

Sabtu, 10 Januari 2015

Kultum Tentang Sabar Dan Syukur


Kultum Tentang Sabar Dan Syukur

Kultum tentang sabar dan syukur di bawah ini, dalam rangka kegiatan rutin anak-anak Madrasyah Tsnawiyah Al-Hikmah Sidang setiap hari Jum’at sore yang dilaksanakan di Masjid Al-Hikmah Sidang. Setiap dari perwakilan kelas menampilkan beberapa kultum sesuai dengan apa yang ingin disampaikannya. Setiap santri pasti akan mendapat gilirannya masing-masing sesuai dengan urutan undian atau namanya. Kebetulan kali ini, saudara Sugianto yang mendapat giliran untuk menyampaiakn kuliah tujuh menitnya dengan judul “sabar dan syukur”. Contoh kultum tentang sabar dan syukur di bawah ini, selamat membaca........................................................................

Auzubillahi minasyaitonirrozim, Bismillahi rohmanirrohim. Para jamaah yang berbahagia, sebelumnya saya mau berpantun ni, buah nanas buah lakum, diambil orang dengan galah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh. Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain. Baik kita saat berbaring, atau pun pada saat kita berjalan.  

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. Menurut kebiasaan manusia, ia baru ingat kepada Allah bila ia sedang dalam kesempitan atau kesedihan, tetapi setelah kesempitan dan kesedihan itu dapat teratasi, lalu lupalah ia kepada Allah swt. Dzat yang telah menghilangkan kesedihan dan kesempitan. Hilangnya rasa sedih adalah suatu nikmat dari Allah yang harus disyukuri. Tetapi anehnya, sering kita merasakan nikmat, tanpa mengingat siapa sebenarnya yang telah menganugrahkan nikmat itu kepada kita. Karena kealpaan kita inilah kita enggan bersyukur kepada Allah swt. padahal orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepadanya berarti ia telah mengingkari dan melupakan Tuhannya.

Para jamaah yang dirahmati Allah SWT. Apa-apa yang telah Allah berikan kepadakita wajib kita syukuri. Barang siapa yang tidak bersyukur maka azab Allah itu amat pedih. Kata syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah Luqman ayat 12 yang artinya “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. Luqman: 12).

Allah SWT juga berfirman dalam surah Ibrahim ayat 7, yang artinya “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7). Allah SWT juga berfirman dalam Al-Quran surah Al Baqarah ayat 153 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 153). Keterangan: [99]. Ada pula yang mengartikan: Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.

Kamis, 08 Januari 2015

Contoh Pantun Cinta Pramuka


Contoh Pantun Cinta Pramuka
Contoh pantun cinta pramuka buat adik-adik penggalang Sekolah Dasar (SD), adik-adik penggalang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adik-adik penggalang baik SD atau pun adik-adik penggalang SMP, Salam Pramuka.................... perlu kakak sampaikan bahwa, pacaran masih sekolah itu tidak baik. Apalagi jika kita beragama Islam. Karena di dalam agama Islam itu tidak ada yang namanya pacaran. Yang ada hanya “taarufan” atau dengan kata lain “kenalan, dikenalkan, mengenal antara satu sama lain dengan perentara muhrimnya”. Jika kita pacaran sejak dini, takutnya nanti sekolahnya tidak selesai, yang ada hanya putus sekolah. Akhirnya kawin, dapat anak satu, sedangkan teman-temannya masih sekolah untuk mencapai cita-citanya. Cita-cita tidak perlu dikejar, nanti dia lari. Akhirnya kita main kejar-kejaran sama cita-cita. Cita-cita itu harus dicapai, meskipun agak susah untuk mencapainya. Perlu usaha yang kuat dan gigih serta jangan putus asa. Begitu juga dengan mendapatkan pendamping hidup (suami atau istri). Itu pesan kakak sebelum kakak menyajikan atau menyampaikan pantun cinta pramuka buat adik-adik penggalang yang ada di seluruh Indonesia. Inilah beberapa dari pantunnya yang perlu dibaca. Ingat jangan pacaran dulu ya, sebelum cita-citanya tercapai atau selesai sekolah. Jika PDKT bagaimana ya? Jangan dibahas.............ini pantunnya.

Ada cewek penggalang lewat depan cowok penggalang putra yang lagi nyantai dikantin.
Cowok    :     “anak mewek makan kedondong, Hay cewek... godain kita dong...”
Cewek    :     “ada cendol ama kedondong, ngajak kenal jangan gitu donk” 
Cowok    :     “ambil kayu batang rambutan,
                     untuk memanggang kepala sapi,
                     Andaikan adik menjadi rebutan,
                     biarlah aku mengundurkan diri”
Cewek    :     “beli buku warung pak Umar,
                     Pak Umar lagi keluar,
                     jangan dulu mencari pacar,
                     karena kita masih belajar”           
Cowok    :     “ada acar ada ular,
                     habis belajar ku lamar”    
Cewek          “jika engkau melihat ular,
                     jangan dipukul dengan dawai,
                     Jika engkau ingin melamar,
                     terlebih dulu jadilah pegawai”
Cowok    :     “akan ku beli buah rambutan,
                     tapi aku suka buah duku,
                     Janganlah adik cewek duitan,
                     nanti kamu tidak laku-laku”
Cewek    :     “jangan dibuang sibuah duku,
                     lebih baik disimpan dalam perahu,
                     biarkan aku tidak laku-laku,
                     asalkan hidupku tidak sama kamu”
Cowok    :     ohhhhh......... kasihannya aku
Cewek    :     Emang dahhhhhhhhhhhhhhhhhhh...                       

Sabtu, 06 Desember 2014

PROSES PEMBENTUKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI: ELSA HARIANI FIRNIAWATY



PROSES PEMBENTUKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanau Wata’ala, yang selalu memberikan hidayah dan inayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar, dengan judul “PROSES PEMBENTUKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI”.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Dengan segala keterbatasan yang ada ini, penulis, sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dan inovatif dari berbagai pihak demi perbaikan dimasa yang akan datang. Atas segala saran dan bantuan dari berbagai pihak, penulis ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal sehingga kita selalu berada dalam keadaan yang diridhoi-Nya, Amin.
Penulis berharap makalah ini dapat  bermanfaat bagi penulis dan bagi siapa saja yang merasa dapat manfaatnya, khususnya para pendidik anak usia dini.

                                                                                     Pontianak,     Desember 2014


                                                                                                      Penulis
i

Daftar Isi
Kata Pengantar …………………………………………………………….    i
Daftar Isi …………………………………………………………………..    ii
A.    BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah …………………………………………..    1
2.      Rumusan Masalah …………………………………………………    1
3.      Tujuan Penulisan ………………………………………………….     1

B.     BAB II PROSES PEMBENTUKAN KETERAMPILAN
SOSIAL ANAK USIA DINI

1.                                                                                                                                                                                                                                    Proses Pembentukan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini                                                                                 2 
2.                                                                                                                                                                                                                                    Macam Keterampilan Sosial Anak Usia Dini                                                                                                     3
3.                                                                                                                                                                                                                                    Konsep Pembentukan Karakter Sosial Usia Dini                                                                                          4
4.                                                                                                                                                                                                                                    Prosedur Pembentukan Keterapilan Sosial Anak Usia Dini                                                                                 4
5.                                                                                                                                                                                                                                    Tahapan Pembentukan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini                                                          5

C.     BAB III PENUTUP
1.      Kesimpulan ………………………………………………………      7
2.      Saran …………………………………………………………….       7
DAFTAR PUSTAKA ………………………. ……………………….    8

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Undang-undang Sisdiknas No. 20/2003 menyatakan bahwa Pendidikan AUD merupakan proses pembinaan tumbuh kembang anak usia lahir hingga 6 tahun secara menyeluruh pada aspek fisik-intelektual (kognitif dan bahasa), emosi serta sosial moral, agar dapat berkembang secara optimal. Kehidupan manusia tidak mungkin bersih dari perbedaan dengan orang lain, baik antar individu maupun antar kelompok sosial. Modal anak untuk mengatasi perbedaan individu ini adalah keterampilan sosial. Keterampilan sosial merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki sejak dini agar individu tersebut mampu menghadapi problema hidup dalam kaitannya sebagai makhluk sosial yang selalu terus-menerus berinteraksi.
Keterampilan sosial ini tidaklah terbentuk secara tiba-tiba, namun merupakan imitasi dan pembiasaan dari lingkungan terdekat anak. Keterampilan sosial perlu dibiasakan sejak dini karena anak akan membawa kebiasaannya tersebut hingga dewasa.

B.     Rumusan Masalah
Anak tumbuh dan berkembang bersama lingkungan yang ada. Segala yang dia lihat,dia dengar dan dia rasakan, ingin ditiru dan diulang. Semua yang ada sangat mempengaruhi proses pembentukan keterampilan sosial anak tersebut. Untuk mengetahui hal-hal tersebut terdapat beberapa pertanyaan, diantaranya:
1.      Bagaimana proses pembentukan keterampilan sosial anak usia dini?
2.      Berapa macam keterampilan sosial anak usia dini?
3.      Bagaimana konsep pembentukan karakter sosial usia dini?
4.      Bagaimana prosedur pembentukan keterapilan sosial anak usia dini?
5.      Bagaimana tahapan pembentukan keterampilan sosial anak usia dini?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah:
1.      Kita dapat mengetahui proses pembentukan keterampilan sosial anak usia dini?
2.      Kita dapat mengetahui berapa macam keterampilan sosial anak usia dini?
3.      Kita dapat mengetahui konsep pembentukan karakter sosial usia dini?
4.      Kita dapat mengetahui prosedur pembentukan keterapilan sosial anak usia dini?
5.      Kita dapat mengetahui tahapan pembentukan keterampilan sosial anak usia dini?
BAB II
PROSES PEMBENTUKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI


A.    Proses Pembentukan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini
Pendidikan moral pada usia dini harus dilakukan sejak anak dilahirkan, dan pada usia di bawah 2 tahun dapat dilakukan hanya dengan memberikan kasih sayang sebesar-besarnya kepada anak. Menurut Thomas Lickona, “Love lights the lamp of human development. If we wish to raise good children, we should begin by giving them our love” (Budiningsih, Asri C.: 2005). Ibaratnya sebuah bejana kosong, kalau diisi air “cinta dan kasih sayang” maka bejana tersebut hanya berisi air kesucian. Ketika anak dewasa, bejana (hati) ini hanya akan menebarkan kesucian dan kebajikan dalam perjalanan hidupnya. Apabila yang diterima adalah umpatan, dan contoh-contoh yang buruk, maka sifat-sifat seperti inilah yang akan disebarkan dalam perjalanan hidupnya. Oleh karena itu, orang tua (khususnya ibu) perlu sekali untuk mencium, memberikan kata-kata manis, dan mendendangkan cinta kepada bayi-bayi mereka.
Menurut Darsono Max (2001) “Seorang anak yang siap untuk masuk usia sekolah harus sudah dibekali dengan kesadaran emosi seperti rasa bersalah, rasa malu, perasaan disakiti, bangga, dan sebagainya”. Anak-anak pada usia pra-sekolah harus sudah dapat membedakan beberapa jenis emosi yang dirasakannya, sehingga mereka tidak menjadi bingung tentang nilai-nilai dari emosi yang dirasakan oleh mereka. Misalnya, seorang anak yang merasa iba kepada seorang anak yang dikucilkan, sedangkan seluruh kawan-kawannya mengejek anak tersebut. Anak tersebut akan mempunyai rasa ambivalen antara rasa empati dan rasa takut untuk dikatakan pengecut karena tidak mau terlibat untuk turut mengejek anak yang dikucilkan tersebut. Anak harus tahu bahwa merasa empati kepada anak yang dikucilkan adalah perasaan yang lebih baik yang harus diikuti.
Oleh karena itu, pendidikan karakter di sekolah, terutama pada usia TK dan SD, juga perlu dilakukan, tentunya disesuaikan dengan tahap perkembangan umur anak. Hal ini berbeda dengan Pendidikan Moral Pancasila yang selaim ini dilakukan yang hanya menyentuh aspek akademik (hafalan dan pengetahuan saja), tetapi tidak melibatkan aspek emosi (feeling) dan perilaku (acting).

B.     Macam Keterampilan Sosial Anak Usia Dini
Beberapa hasil penelitian menunjukkan masih banyak anak TK (PAUD) yang memilih cara agresif dalam penyelesaian konflik, hasil penelitian lain menunjukkan cara tersebut akan dibawa hingga dewasa. Pemahaman pendidik TK (PAUD) dalam kajian keterampilan sosial sangat minim dan beberapa bentuk program yang ada dilakukan dengan tidak sadar atau terprogram dengan jelas.
Pendidik PAUD atau Taman Kanak-kanak belum terbiasa untuk melakukan stimulasi keterampilan sosial yang terprogram dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga alasan pendidik PAUd yang belum terbiasa melakukan stimulasi, yaitu;
  1. Pendidik sebagian besar sudah mengimplementasikan social skill dalam proses kegiatan belajar di PAUD atau TK, namun pada hasil kualitatif, terlihat bahwa sebagian besar pendidik belum memahami secara betul makna social life skill.
  2. Usaha penanaman social life skill belum terprogram dalam kegiatan yang direncanakan, melainkan hanya secara implisi disertakan pada kegiatan-kegiatan lain.
  3. Usaha pendidik dalam memahami macam keterapilan anak didik masih belum terencana atau diprogramkan. Bila sudah direncanakan atau diprograkan akan dapat dilaksanakan secara sadar sistematik, sehingga tujuan yang ingin dicapai secara eksplisit dapat dijadikan pedoman target yang jelas.
Sedangkan maca-macam keterapilan yang dimiliki oleh anak didik di PAUD adalah rasa empati, penuh pengertian, tenggang rasa, kepedulian pada sesame, komunikasi dua arah/ hubungan antar pribadi, kerjasama, tata krama/kesopanan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab sosial. Dari beberapa uraian di atas dapat dikemukakan bahwa ketrampilan sosial adalah keterampilan atau strategi yang digunakan untuk memulai ataupun mempertahankan suatu hubungan yang positif dalam interaksi sosial, yang diperoleh melalui proses belajar dan bertujuan untuk mendapatkan hadiah atau penguat dalam hubungan interpersonal yang dilakukan.

C.    Konsep Pembentukan Karakter Sosial Usia Dini
Pengembangan karakter anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan terutama dari orangtua. Anak belajar untuk mengenal nilai-nilai dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dilingkungannya tersebut. Dalam pengembangan karakter social anak, peranan orang tua dan guru sangatlah penting, terutama pada waktu anak usia dini.
Berbagai bentuk kejahatan dan tindakan tidak bermoral dikalangan anak menunjukan bahwa anak didik kita belum memiliki karakter social yang baik. Hal ini perlunya pengembangan karakter yang sesuai dengan anak, yang tidak sekedar pengetahuan, dan doktrinasi, tetapi lebih menjangkau dalam wilayah emosi anak.
Usaha atau upaya yang dapat dilakukan oleh guru dan orang tua dalam membangun karakter anak usia dini adalah:
1.      Memperlakukan anak sesuai dengan karakteristik anak.
2.      Memenuhi kebutuhan dasar anak antara lain kebutuhan kasih sayang, pemberian makanan yang bergizi.
3.      Pola pendidikan guru dengan orangtua yang dilaksanakan baik dirumah dan di sekolah saling berkaitan.
4.      Berikan dukungan dan penghargaan ketika anak menampilkan tingkah laku yang terpuji.
5.      Berikan fasilitas lingkungan yang sesuai dengan usia perkembangannya.
6.      Bersikap tegas, konsisten dan bertanggungjawab

D.    Prosedur Pembentukan Keterapilan Sosial Anak Usia Dini
Prosedur membentuk karakter anak dimulai sejak dini, paling tidak anak berusia dua tahun. Apabila masa usia 2 tahun pertama anak sudah mendapatkan cinta, maka sangat mudah anak tersebut dibentuk menjadi manusia yang berakhlak mulia. Menurut hasil penelitian, anak-anak usia 2 tahun sudah dapat diajarkan nilai-nilai moral, bahkan mereka sudah dapat mempunyai perasaan empati terhadap kesulitan atau penderitaan orang lain.
Misalnya, ketika ia melihat raut wajah ibunya yang sedih, ia dapat mengekspresikan empatinya. Dikatakan bahwa rasa empati adalah sifat alami yang sudah ada sejak anak dilahirkan yang merupakan sumber dari moralitas individu, seperti rasa iba dan rasa ingin berbuat baik, termasuk perasaan bersalah dan malu kalau melakukan hal-hal yang tidak baik. Sedangkan bagaimana empati dapat terus tumbuh subur adalah tergantung dari emotional bonding dengan ibunya pada usia-usia awal kehidupan seorang anak.

Mengenai prosedur pembentukan keterapilan sosial anak usia dini yaitu saat usia anak paling tidak berusia dua tahun. Kemudian anak yang berusia dua tahun tersebut   harus dibekali dengan kesadaran emosi seperti rasa bersalah, rasa malu, perasaan disakiti, bangga, dan sebagainya. Menurut Hamalik, Oemar (2004), seorang anak yang siap untuk masuk usia sekolah harus sudah dibekali dengan kesadaran emosi seperti rasa bersalah, rasa malu, perasaan disakiti, bangga, dan sebagainya.
Anak-anak pada usia pra-sekolah harus sudah dapat membedakan beberapa jenis emosi yang dirasakannya, sehingga mereka tidak menjadi bingung tentang nilai-nilai dari emosi yang dirasakan oleh mereka. Misalnya, seorang anak yang merasa iba kepada seorang anak yang dikucilkan, sedangkan seluruh kawan-kawannya mengejek anak tersebut. Anak tersebut akan mempunyai rasa ambivalen antara rasa empati dan rasa takut untuk dikatakan pengecut karena tidak mau terlibat untuk turut mengejek anak yang dikucilkan tersebut. Anak harus tahu bahwa merasa empati kepada anak yang dikucilkan adalah perasaan yang lebih baik yang harus diikuti.
Oleh karena itu, pendidikan karakter di sekolah, terutama pada usia TK dan SD, juga perlu dilakukan, tentunya disesuaikan dengan tahap perkembangan umur anak. Hal ini berbeda dengan Pendidikan Moral Pancasila yang selaim ini dilakukan yang hanya menyentuh aspek akademik (hafalan dan pengetahuan saja), tetapi tidak melibatkan aspek emosi (feeling) dan perilaku (acting).

E.     Tahapan Pembentukan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini
Pembentukan keterampilan sosial anak usia dini ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi.
Kesatu, anak mengerti baik dan buruk, mengerti tindakan apa yang harus diambil, mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik.
Kedua, anak mempunyai kecintaan terhadap kebajikan, dan membenci perbuatan buruk. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan. Misalnya, anak tak mau mencuri, karena tahu mencuri itu buruk, ia tidak mau melakukannya karena mencintai kebajikan.
Ketiga, anak mampu melakukan kebajikan, dan terbiasa melakukannya. Lewat proses sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak. Ia memulainya dari cinta Tuhan yang Maha Esa dan alam semesta beserta isinya; tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian; kejujuran; hormat dan santun; kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama; percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah; keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati; toleransi, cinta damai, dan persatuan.
Tujuan mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik. Begitu tumbuh dalam karakter yang baik, anak-anak akan tumbuh dengan kapasitas dan komitmenya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukannya dengan benar, dan cenderung memiliki tujuan hidup. Membangun karakter yang efektif, ditemukan dalam lingkungan sekolah yang memungkinkan semua anak menunjukan potensi mereka untuk mencapai tujuan yang sangat penting. (Salim, Agus dkk: 2004).
BAB III
PENUTUP
3.      Kesimpulan
Dari materi yang kami bahas mengenai “PROSES PEMBENTUKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI” dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan awal, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan yang lebih lanjut. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting, karena orang tua adalah pengenalan pertama tentang pendidikan.
Pada masa usia dini anak harus memenuhi aspek-aspek perkembangan seperti moral, bahasa, kognitif, emosi, social, dan agama. Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda, karena cara pola asuh mereka tidak sama. Ali bin Abi Tholib as, mengatakan “didik dan ajarilah mereka (istri dan anak-anak) hal-hal kebaikan”. Risalah Hadist Nabi telah menjustifikasi akan pentingnya pendidikan anak usia dini. Dalam hadist diterangkan bahwa “ Setiap anak dilahirkan atas fitrah, sehingga lancar lidahnya, maka orang tuanya yang menjadikan dia beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

4.      Saran
Sebaiknya dalam membina dan mendidik anak harus memperhatikan tahapan-tahapan seperti memilih istri yang sholehah, membiasakn anak untuk mengerjakan sholat, memberikan teladan yang baik, menjauhkan mereka dari teman-teman yang buruk, membentengi diri mereka dari hal-hal yang merusak akhlak mereka, mengajarkan nilai-nilai luhur dalam ajaran Islam, bersikap adil, mendo’akan kebaikan bagi mereka.
Dan dengan itu pula penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kebaikan makalah yang berikutnya. Karena apa yang penulis buat ini sangat jauh dari kesempurnaan.

DAFTAR PUSTAKA

1.            Budiningsih, Asri C. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
2.            Darsono, Max. 2001. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.
3.            Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
4.            Salim, Agus dkk. 2004. Indonesia Belajarlah. Semarang: Gerbang Madani Indonesia.